Bioremediasi prinsipnya adalah membersihkan dari bahan pencemar dengan memanfaatkan kemampuan organisme atau menggunakan agen biologis. Di masa sekarang banyak industri berkembang, seperti pabrik-pabrik maupun eksplorasi tambang mineral maupun minyak bumi. Industri tersebut menghasilkan produk-produk yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan manusia, tetapi juga menghasilkan limbah yang sering mencemari lingkungan. Di alam telah disediakan oleh Sang Pencipta berupa berbagai macam organisme mulai dari bakteri sampai tumbuhan dan hewan. Organisme ini mempunyai kemampuan mengurai, menyerap, maupun merubah berbagai senyawa sehingga dapat digunakan untuk membersihkan lingkungan itu sendiri. Untuk mempelajarinya lebih lanjut silahkan download beberapa materi berikut:
Bioremediasi Tanah dan Air
Biocyclofarming: No Waste Agriculture!
Pertanian tanpa limbah, mungkinkah? Setiap kegiatan termasuk pertanian, pasti menghasilkan limbah. Apabila limbah pertanian ini dapat dimanfaatkan maka yang tadinya berupa limbah juga akan menjadi produk sampingan kegiatan pertanian. Produk sampingan tersebut juga mempunyai nilai ekonomi. Lebih baik lagi apabila produk sampingan tersebut akhirnya akan dikembalikan ke tanah pertanian kembali, sehingga nutrien yang tadinya diangkut bersama panen akan dikembalikan lagi ke tanah. Dengan demikian akan terjadi siklus nutrien yang akan menjamin terjaganya kesuburan tanah dan kelestarian kegiatan pertanian. Konsep inilah yang menjadi dasar BIOCYCLOFARMING. Dalam satuan lahan yang sama, dapat dilakukan berbagai kegiatan pertanian secara terpadu, dilihat dari segi usaha tani nilai ekonominya lebih menguntungkan. Untuk lebih memperjelas pengetahuan dan praktek biocyclofarming akan segera diupload materi sebagai berikut:
1. Konsep Biocyclofarming
2. Perencanaan Biocyclofarming
3. Kegiatan Terpadu Pertanian/Perkebunan/Peternakan/Perikanan
5. Pemanfaatan limbah dan Nutrien Cycling
6. Analisis Sosial Ekonomi
Ditulis dalam Biogas, Biopestisida, alam, biofertilizer, kompos, pupuk | Tag:biofertilizer, pupuk, hara makro, hara mikro, Biopestisida, limbah pertanian, pupuk organik, pupuk cair, kompos, Biogas, pertanian, peternakan, perikanan, pertanian terpadu, siklus nutrien
Budidaya Jamur
Beberapa jenis jamur Tiram seperti Tiram Putih (Pleurotus ostreatus), Tiram Merah (Pleurotus flabelatus), Tiram Kuning atau jenis jamur Tiram yang lain dapat dibudidayakan menggunakan berbagai media yang ketersediaannya berlimpah di Indonesia, seperti kayu gergajian, ampas tebu (bagas), jerami, sekam, dan bahan lain yang mengandung banyak lignoselulosa. Cara budidayanya dapat anda down load disini: budidaya-jamur-Tiram Untuk menambah pengetahuan tentang media tanam jamur dapat dibaca di: Tiram Putih
Biodisel minyak jelantah
Biodisel adalah alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti BBM solar. Biodisel dapat dibuat dari berbagai macam minyak tumbuhan. Apabila minyak tumbuhan tidak ada atau mahal, juga dapat digunakan limbah minyak goreng atau yang sering disebut minyak jelantah sebagai bahan bakunya. Sulitkah membuatnya? Jawabnya tentu saja tidak. Anda bisa membuat sendiri apabila sudah mempunyai pengetahuan. Cukup menggunakan alat sederhana. Bagaimana cara membuatnya? Ringkasan cara membuat biodisel dari minyak jelantah dapat didownload di: Biodiesel minyak jelantah
Teknik Pembuatan Inokulum Mikroba
Bioteknologi Tanah juga mempelajari tentang -klik di judul berikut-: Teknologi Pembuatan Inokulum Mikroba . Dalam materi ini dijelaskan mulai dari isolasi dan skreening/pemilihan mikroba unggul dan teknik pengujiannya, cara kultur/penanaman mikroba, sampai perbanyakan, penyimpanan dan formulasi produk inokulum mikroba.
Ditulis dalam Bakteri, biofertilizer, jamur | Tag:Bakteri, biofertilizer, inokulum, jamur
Mikroba Pelarut Fosfat
Pupuk selalu menjadi permasalahan petani, seperti pupuk P yang sering langka atau mahal, karena yang ada di pasar sekarang adalah pupuk kimia buatan pabrik besar, seperti TSP atau SP36, mungkinkah membuat sendiri pupuk P dalam skala kecil di industri kecil atau rumah tangga, jawabnya tentu bisa tetapi menggunakan teknologi mikroba pelarut fosfat, untuk lebih lengkapnya dapat didownload pada: biofertilizer mikroba pelarut fosfat
Ditulis dalam Bakteri, Mikrobiologi, biofertilizer, jamur | Tag:Aspergillus, Bakteri, batu fosfat, biofertilizer, jamur, pelarut fosfat
Pupuk Nitrogen Hayati
Pupuk nitrogen merupakan pupuk yang penggunaannya sangat luas, tetapi harga semakin mahal, penggunaan yang berlebihan menyebabkan polusi lingkungan. Secara alami sebenarnya dapat diambil dari udara, karena sumber utama nitrogen adalah dari udara, pengambilan N dari udara dapat dilakukan oleh bakteri penambat nitrogen, seperti Rhizobium, Azotobacter, Anabaena, dll. Mau tahu bagaimana memanfaatkan bakteri tersebut? dapat di download di sini: Penambat nitrogen
Ditulis dalam Bakteri, Rhizobium, biofertilizer, nitrogen, pupuk
Materi kuliah Bioteknologi Tanah UPNVY
Bioteknologi tanah mempelajari tentang:
1. perkembangan bioteknologi konvensional dan modern
2. teknologi biodegradasi (biokonversi) dan bioremediasi tanah ( lihat di Biokonversi limbah dan Bioremediasi tanah)
3. teknologi pelarutan fosfat (biofertilizer) lihat di Mikroba pelarut fosfat
4. Teknologi pembuatan inokulum mikroba
untuk menambah wawasan tentang biodegradasi petroleum menggunakan urea
sebagai sumber karbon berikut kami sertakan pustaka jurnal
Jurnal tentang rhizobium: kedelai dan rhizobium
Ditulis dalam Bakteri, Bioremediasi, bioaktivator, biofertilizer, bioteknologi, jamur, kedelai | Tag:biodegradasi, biofertilizer, Bioremediasi, bioteknologi, inokulum mikroba
Biokonversi Limbah Organik
Limbah organik sering mencemari lingkungan karena baunya yang menyengat terutama kalau hanya dibuang di tempat pembuangan tanpa pengolahan, tetapi menggunakan teknik Biokonversi limbah sebenarnya limbah organik masih dapat dimanfaatkan sebagai bioetanol, biogas, biomassa, pupuk, dan bahan lain yang dapat dimanfaatkan kembali sekaligus dapat membersihkan lingkungan
Ditulis dalam Bioetanol, Biogas, Bioproses, Bioremediasi, biofertilizer
Biofertilizer, Bioaktivator Kompos, Biopestisida Mikroba
Mikroba seperti bakteri dan jamur dapat dimanfaatkan sebagai Biofertilizer pengganti pupuk kimia dan Bioaktivator kompos untuk mempercepat pembuatan kompos, bahkan virus pun dapat dimanfaatkan sebagai biopestisida mikroba untuk menggantikan pestisida kimia yang banyak membahayakan bagi lingkungan dan kesehatan manusia
Ditulis dalam Bakteri, Biopestisida, bioaktivator, biofertilizer, jamur, kompos
