Oleh: sumarsih07 | November 25, 2013

PGPR untuk Recovery Tanaman Pertanian Pasca Erupsi Gunung Berapi

Pertumbuhan tanaman cabai yang diberi PGPR

Lebatnya tanaman cabai yang diberi PGPR

Indonesia adalah negara yang dilintasi deretan gunung api aktif, sehingga sering menghadapi masalah erupsi gunung berapi yang berganti-ganti dari satu gunung ke gunung lain. November 2013 ini masih terjadi letusan gunung Sinabung di Sumatera Utara. Daerah lereng gunung berapi dan sekitarnya sering terkena hujan abu volkanik, padahal merupakan lahan yang subur untuk penanaman tanaman pertanian, sehingga hujan abu sering merusak tanaman pertanian. Belum lagi setelah hujan abu volkanik dapat menyebabkan permukaan tanah mengeras dan air hujan sulit masuk ke dalam tanah karena pori-pori tanah tertutup material abu halus. Sebenarnya abu mengandung unsur-unsur pembentuk tanah yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, namun masih dalam bentuk mineral amorf yang tidak langsung bisa diserap oleh tanaman. Tergantung kandungan abu yang disemburkan saat erupsi, sering terdapat beberapa unsur logam berat dan senyawa yang menyebabkan sifat tanah berubah. Misalnya abu dapat membawa unsur sulfur (belerang) dalam jumlah besar yang kemudian teroksidasi membentuk senyawa sulfat yang mengakibatkan turunnya pH (kemasaman) tanah. Perubahan sifat tanah ternyata juga menurunkan kehidupan mikroorganisme penyubur tanah. Apabila ketebalan abu volkan yang jatuh di tanah kurang dari 5 cm masih bisa ditangani dengan mudah, akan tetapi semakin tebal abu maka dampaknya akan semakin berat dan proses pengembalian kesuburan tanahnya juga semakin sulit.

Ukuran buah cabai yang diberi PGPR

Ukuran buah cabai dibandingkan pulpen

Sebagai solusi kami telah meneliti penggunaan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) sebagai usaha recovery penanaman tanaman pertanian. PGPR ini berisi berbagai mikroba penyubur tanah, untuk mengetahui macam mikroba PGPR silahkan klik beberapa tulisan berikut: yaitu Mikroba penghasil hormon pertumbuhan tanamanMikroba Penambat Gas N2 dari udara, Bakteri Pelarut Fosfat, mikroba antagonis hama/penyakit dan berbagai mikroba Perombak bahan organik. Hasilnya sangat memuaskan untuk masyarakat, untuk mengetahui salah satu hasil penelitian kami silahkan klik sbb: The application of PGPR. PGPR ini bisa digunakan untuk berbagai tanaman pangan seperti jagung, umbi-umbian, kacang-kacangan, tanaman sayuran dan hortikultura lain. Tanaman yang ditanam untuk proses recovery menggunakan tanaman yang cepat tumbuh dan mempunyai nilai ekonomi tinggi, sehingga cepat menghasilkan dan dapat digunakan sebagai sumber pangan untuk keluarga petani itu sendiri maupun sebagai sumber ekonomi dalam waktu yang tidak terlalu lama setelah tanggap darurat dihentikan.  Hasil penelitian ini mudah-mudahan dapat dimanfaatkan segera oleh masyarakat petani begitu masuk tahap recovery pasca erupsi. Selain itu dapat digunakan sebagai acuan bagi BNPB maupun dinas/instansi terkait dalam menyusun program recovery pasca erupsi gunung berapi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: